Minggu, 25 Februari 2018

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM DALAMPEMBELAJARAN SAINS



EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS

Pembelajaran kuantum dapat dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa.
Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.

Karakterisitik dari pembelajaran kuantum (Bobbi DePorter & Mike Hernacki, 2011)  yaitu sebagai berikut.
1.     Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
2.    Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
3.    Pembelajaran kuantum lebih bersifat konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis, dan atau maturasionistis.
4.    Pembelajaran kuantum berupaya memadukan (mengintegrasikan), menyinergikan, dan mengkolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai konteks pembelajaran.
5.    Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekadar transaksi makna.
6.    Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
7.    Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
8.    Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
9.    Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis.
10. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
11.  Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
12. Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
13. Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran Kuantum
1.     Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
2.     Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
3.    Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
4.    Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
5.    Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
Tujuan di atas, mengindikasikan bahwa pembelajaran kuantum mengharapkan perubahan dari berbagai bidang mulai dari lingkungan belajar yaitu kelas, materi pembelajaran yang menyenangkan, menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan, serta mengefisienkan waktu pembelajaran.
Pembelajaran kuantum sangat memperhatikan pengkondisian suatu kelas sebagai lingkungan belajar dari peserta didik mengingat model pembelajaran kuantum merupakan adaptasi dari model pembelajaran yang diterapkan di luar negeri.

Sintaks atau langkah model pembelajaran kuantum :
1.     Tumbuhkan
Tumbuhkan minat dengan memuaskan “Apakah Manfaatnya BagiKu” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan belajar.
2.    Alami
Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar.
3.    Namai
Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah “masukan”.
4.    Demonstrasikan
Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk “menunjukkan bahwa mereka tahu”.
5.    Ulangi
Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan, “Aku tahu bahwa aku memang tahu ini”.
6.    Rayakan
Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.

Asas Utama Metode Pembelajaran Quantum
Asas utama pembelajaran quantum adalah membawa dunia siswa ke dalam dunia guru, dan mengantarkan dunia guru ke dunia siswa. Subjek belajar adalah siswa. Guru hanya sebagai fasilitator, sehingga guru harus memahami potensi siswa terlebih dahulu. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam hal ini adalah mengaitkan apa yang akan diajarkan dengan peristiwa- peristiwa, pikiran atau perasaan, tindakan yang diperoleh siswa dalam kehidupan baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Apabila seorang guru telah memahami dunia siswa, maka siswa telah merasa diperlakukan sebagaimana mestinya, sehingga pembelajaran akan menjadi harmonis.

Manfaat Metode Pembelajaran Qantum
Manfaat Metode Pembelajaran Quantum adalah meningkatkan peran sebagai pelajar yang memikul tanggung jawab pada diri sendiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dengan belajar sedapat mungkin dari setiap situasi dan memanfatkannya untuk diri sendiri dan orang-orang yang didekatnya.) Dengan belajar menggunakan Quantum Learning akan didapatkan berbagai manfaat (De Porter dan Hernacki 2001), yaitu :
1.     Bersikap positif.
2.    Meningkatkan motivasi
3.    Keterampilan belajar seumur hidup.
4.    Kepercayaan diri.
5.    Sukses atau hasil belajar yang meningkat.

Prinsip Dasar Metode Pembelajaran Quantum
1.     Bawalah dunia mereka (siswa) ke dalam dunia kita (guru), dan antarkan dunia kita (guru ke dalam dunia mereka (siswa).
2.    Proses pembelajaran bagaikan orkestra simfoni, yang secara spesifik dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.    Segalanya dari lingkungan. Hal ini mengandung arti baik lingkungan kelas/sekolah sampai bahasa tubuh guru; dari lembar kerja atau kertas kerja yang dibagikan anak sampa rencana pelakanaan pembelajaran, semuanya mencerminkan pembelajaran.
b.    Segalanya bertujuan. Semua yang terjadi dalam proses pembelajaran mempunyai tujuan semuanya.
c.    Pengalaman mendahului pemberian nama. Pembelajaran yang baik adalah jika siswa telah memperoleh informasi terlebih dahulu apa yang akan dipelajari sebelum memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. Ini diilhami bahwa otak akan berkembang pesat jika adanya rangsangan yang kompleks selanjunya akan menggerakkan rasa keingintahuan.
d.    Akuilah setiap usaha. Dalam proses pembelajaran siswa seharusnya dihargai dan diakui setiap usahanya walaupun salah, karena belajar diartikan sebagai usaha yang mengandung resiko untuk keluar dari kenyamanan untuk membongkar pengetahuan sebelumnya.
e.    Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan. Segala sesuatu yang telah dipelajari oleh siswa sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.
3. Pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan. Ada depalapan kunci keunggulan dalam pembelajaran kuantum yaitu:
a.    Terapkan hidup dalam integritas
Dalam pembelajaran sebagai bersikap apa adanya, tulus, dan menyeluruh, sehingga akan meningkatkan motivasi belajar.
b.    Akuilah kegagalan dapat membawa kesuksesan
Jika mengalami kegagalan janganlah membuat cemas terus menerus tetapi memberikan informasi kepada kita untuk belajar lebih lanjut.
c.    Berbicaralah dengan niat baik
Dalam pembelajaran hendaknya dikembangkan keterampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi yang jujur dan langsung. Dengan niat bicara yang baik akan mendorong rasa percaya diri dan motivasi.
d.    Tegaslah komitmen
Dalam pembelajaran baik guru maupun siswa harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu.
e.    Jadilah pemilik
Mengandung arti bahwa siswa dan guru memiliki rasa tanggung jawab sehingga terjadi pembelajaran yang bermakna dan bermutu.
f.    Tetaplah lentur
Seorang guru terutama harus pandai-pandai mengubah lingkungan dan suasana bilamana diperlukan.
g.    Pertahankan keseimbangan
Dalam pembelajaran, pertahankan jiwa, tubuh, emosi dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil pembelajaran efektif dan optimal.

Kerangka Perencanaan Metode Pembelajaran Quantum
1.     Tumbuhkan
Konsep tumbuhkan ini sebagai konsep operasional dari prinsip “bawalah dunia mereka ke dunia kita”. Secara umum konsep tumbuhkan adalah sertakan diri mereka, pikat mereka, puaskan keingintahuan, buatlah siswa tertarik atau penasaraan tentang materi yang akan diajarkan.
2.    Alami
Tahap ini jika kita tulis pada rencana pelaksanaan pembelajaran terdapat pada kegiatan inti. Konsep Alami mengandung pengertian bahwa dalam pembelajaran guru harus memberi pengalaman dan manfaat terhadap pengetahuan yang dibangun siswa sehingga menimbulkan hasrat alami otak untuk menjelajah.
3.    Namai
Konsep ini berada pada kegiatan inti, yang namai mengandung maksud bahwa penamaan memuaskan hasrat alami otak (membuat siswa penasaran, penuh pertanyaan mengenai pengalaman) untuk memberikan identitas, menguatkan dan mendefinisikan. Penamaan dalam hal ini adalah mengajarkan konsep, melatih keterampilan berpikir dan strategi belajar.
4.    Demonstrasikan
Tahap ini masih pada kegiatan ini. Inti pada tahap ini adalah memberi kesempatan siswa untuk menunjukkan bahwa siswa tahu. Hal ini sekaligus memberi kesempatan siswa untuk menunjukkan tingkat pemahaman terhadap materi yang dipelajari. Strategi yang dapat digunakan adalah mempraktekkan, menyusun laporan, membuat presentasi dengan powerpoint, menganalisis data, melakukan gerakan tangan, kaki, gerakan tubuh bersama secara harmonis, dan lain-lain.
5.    Ulangi
Tahap ini jika kita tuangkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran terdapat pada penutup. Tahap ini dilaksanakan untuk memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa “aku tahu bahwa aku tahu ini”. Kegiatan ini dilakukan secara multimodalitas dan multikecerdasan. Strategi untuk mengimplementasikan yaitu bias dengan membuat isian “aku tahu bahwa aku tahu ini” hal ini merupakan kesempatan siswa untuk mengajarkan pengetahuan baru kepada orang lain (kelompok lain), atau dapat melakukan pertanyaan-pertanyaan post tes.

6.    Rayakan
Tahap ini dituangkan pada penutup pembelajaran. Dengan maksud memberikan rasa rampung, untuk menghormati usaha, ketekunan, dan kesusksesan yang akhirnya memberikan rasa kepuasan dan kegembiraan. Dengan kondisi akhir siswa yang senang maka akan menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar lehi lanjut. Strategi yang dapat digunakan adalah dengan pujian bernyanyi bersama, pesta kelas, memberikan reward berupa tepukan.

Model-Model Metode Pembelajaran Quantum
1.     Peta konsep
Peta konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep disini lebih menunjukkan pada keuangan ide-ide pikiran sebagai catatan dalam grafis sebagai salah satu teknik belajar efektif. Peta konsep berupa ide pemikiran yang di tuangkan dalam bentuk gambaran atau grafik.
2.    Teknik Memori
Teknik memori adalah teknik memasukkan informasi ke dalam otak sesuai dengan cara kerja otak (brain-based technique). Dalam teknik ini perlu meningkatkan efektifitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi.
3.    Melatih Imajinasi
Jika kita dapat melatih imajinasi berarti otak kanan kita aktif dengan baik. Untuk mencapai hasil maksimal kita perlu memberdayakan dan menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan.
4.    Teknik Rantai Kata
Teknik ini menggunakan cara menyambung atau merantai kata menjadi cerita yang mudah kita hafalkan.

Dari penjabaran artikel di atas, penulis ingin mengajak para pembaca untuk berdiskusi mengenai :
1.  Apa saja hambatan dalam penggunaan model pembelajaran kuantum pada saat proses pembelajaran ?
2.  apa saja kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran kuantum ini ?

17 komentar:

  1. Menurut saya, pembelajaran Quantum sangat efektif dan sesuai dengan kesenangan otak. Sehingga dapat diterapkan dalam semua mata pelajaran, termasuk sains. Guru senang mengajar, siswa senang belajar. Kelemahannya menurut saya, maaih banyak guru yang kurang cocok dengan metode quantum karena dianggap kurang sesuai dengan budaya ketimuran yang penuh tata krama,.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum wr wb.
    Saya mencoba menanggapi ttg kelebihan dan kelemahan model quantum.
    Kelebihan nya yaitu membimbing siswa kearah berpikir yang sama,lebih melibat kan siswa,membutuhkan kreativitas guru untuk merangsang siswa belajar, pembelajaran yg diberikan mudah di pahami siswa

    Kelemahannya memerlukan waktu yg panjang, fasilitan,peralatan ,media kurang memadai dengan baik,memerlukan keterampilan khusus.
    Terima kasih

    BalasHapus
  3. Menyikapin pertanyan no 2.?
    1.Kelebihan Model Pembelajaran Quantum
    Dapat membimbing peserta didik kearah berfikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
    2.lebih melibatkan siswa, maka saat proses pembelajaran perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru, sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
    3.proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
    4.Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
    5.Pelajaran yang diberikan oleh guru mudah diterima atau dimengerti oleh siswa
    Kelemahan Model Pembelajaran Quantum
    1.Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.
    2.Banyak memakan waktu dalam hal persiapan.
    3.Model ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang hal itu, proses pembelajaran tidak akan efektif.
    4.Agar belajar dengan model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik diperlukan ketelitian dan kesabaran. Namun kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu diabaikan. Sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  4. menanggapi pertanyaan No.1 Apa saja hambatan dalam penggunaan model pembelajaran quantum pada saat proses pembelajaran ?
    hambatan atau kendala dalam penggunaan Model pembelajaran ini menurut saya sebagian besar muncul dari dalam diri siswa yang mana hambatan tersebut yaitu
    adalah
    (1) adanya perbedaan konsep belajar dan konsep diri. Perbedaan konsep cara belajar dan konsep diri dalam diri siswa menyebabkan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran sangat kurang, siswa kurang memiliki percaya diri yang tinggi sehingga materi pelajaran yang disampaikan menjadi terhambat.
    (2) Perkembangan dan kematangan masing-masing individu berbeda antara satu dengan yang lainnya, hal ini menyebabkan minat, motivasi, dan kreativitas siswa dalam berkarya khususnya dalam bidang akademik menjadi terhambat.
    (3) Salah satu yang menjadi kendala dalam kepribadian anak-anak/siswa adalah kecerdasan yang dimilikinya. Siswa dibekali kecerdasan dengan potensi yang berbedabeda antara satu dengan yang lainnya. Ada siswa yang cepat dapat menangkap materi pelajaran yang disampaikan, di satu sisi ada siswa yang kurang mampu menangkap pelajaran dengan baik.
    (4) Adanya perbedaan kebutuhan, tujuan, dan motivasi. Setiap siswa memiliki tujuan, kebutuhan, dan motivasi yang berbeda-beda karena adanya dorongan-dorongan yang berasal dari dalam dirinya atau dari lingkungan sebagai kebutuhan hidupnya. Hambatan ini mengakibatkan antusiasme siswa berbedabeda dalam belajar, ada siswa yang aktif, dan ada juga siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pelajaran.
    (5) Sikap atau kebiasaan yang salah. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah, seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah, malas dalam belajar.

    BalasHapus
  5. Menanggapi pertanyaan no 2:
    Kelebihan :
    1. Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
    2. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
    3. Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
    4. Pembelajaran kuantum sangat menentukan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
    kelemahan :
    1. Membutuhkan pengalaman yang nyata
    2. Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar
    3. Kesulitan mengidentifikasi ketrampilan siswa

    BalasHapus
  6. Terimakasih atas ulasannya..
    Menanggapi pertanyaan pertama hambatan apa saja yg dihadapi dalam prosea pembelajaran kuantum? Menurut saya hambatan pertama terletak pada guru, salah satu kekurangan model ini adalah guru kurang menguasai model ini dan memerlukan persiapan yg sangat matang. Bagi beberapa guru yg tidak menguasai model ini namun nekat menerapkannya, maka akan terjadi kesulitan dalam proses pembelajarannya. Yg kedua kesulitannya terletak pada siswa, karena kita tau perkembangan otak setiap anak berbeda dan cara belajarnya pun berbeda, namun pada model ini kita membawa dunia mereka dalam dunia kita dan mengantar dunia kita kedunia mereka seperti asas utama quantum, ada anak yg cepat menangkap,namun ada pula yg sebaliknya. Dan terakhir hambatannya terletak pada sarana dan waktu, seperti yg kita ketahui model ini kadang menuntut guru menggunakan sarana seperti speaker utk memutarkan musik untuk penataan lingkungan belajar agar santai, kadang sarana prasarana disekolah tidak mendukung menerapkan pembelajaran ini serta waktu yg lama. Terimakasih

    BalasHapus
  7. terima kasih menjawab nomor 1. Apa saja hambatan dalam penggunaan model pembelajaran kuantum pada saat proses pembelajaran ?
    1. Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.
    2. Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
    3. Karena dalam metode ini ada perayaan untuk menghormati usaha seseorang siswa baik berupa tepuk tangan, jentikan jari, nyanyian dll. Maka dapat mengganggu kelas lain.
    4. Banyak memakan waktu dalam hal persiapan.
    5. Model ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang hal itu, proses pembelajaran tidak akan efektif.
    6. Agar belajar dengan model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik diperlukan ketelitian dan kesabaran. Namun kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu diabaikan. Sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.
    dari 6 hal tersebut yang menjadi kenadal dalam proses pembelajaran adalah kematangan seorang guru. jika guru belum siap semua akan bnyak kekurangannya.

    BalasHapus
  8. hambatan dalam penggunaan model pembelajaran kuantum pada saat proses pembelajaran ?
    Model ini memerlukan guru yang professional kesiapan, perencanaanyang matang kemudian memrlukan waktu yang panjang dalam pembelajaran di kelas supaya pembelajar dengan model ini mendapatkan hal yang baik diperlukan ketelitian dan kesabaran.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. yang menjadi hambatan dalam proses pembelajaran quantum adalah yang pertama hambatan itu terjadi karena kurangnya pemahaman guru tentang model quantum ini, kedua kurangnya kerja sma antara siswa dengan guru saat proses pembelajaran. Daya serap siswa dan karakter siswa yang berbeda-beda juga menjadi faktor penghambat dlam proses pembelajaran quantum. selain itu Kurangnya penerapan model quantum di kelas juga menjadi penghambat bagi siswa. Karena sebagian guru cenderung menggunkan metode ceramah di banddingkan model2 yang lain. Karena proses pembelajaran dengan ceramah dianggap praktis.

    BalasHapus
  10. Assalamuaalikum wr wb
    saya menanggapi pertanyaan no 2.
    mengenai kelebihan dan kekurangan model pembelajaran quantum. kelebihan model pembelajaran quantum ini yaitu model pembelajaran ini student centered atau berpusat pada siswa,Adanya kebebasan siswa dalam berekspresi,Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan dan Menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme siswa.
    kekurangan model pembelajaran quantum yaitu Memerlukan persiapan yang matang bagi guru dan lingkungan yang mendukung, Memerlukan fasilitas yang memadai dan Kesulitan mengidentifikasi ketrampilan siswa.
    terima kasih

    BalasHapus
  11. Kelebihan:
    1.Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
    2. Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
    3. Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.

    Kelemahan:

    1. Membutuhkan pengalaman yang nyata
    2.Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar
    3. Kesulitan mengidentifikasi ketrampilan siswa

    BalasHapus
  12. Keunggulan:

    1. Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
    2. Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
    3. Pembelajaran kuantum lebih konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis.
    4. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
    5. Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
    6. Pembelajaran kuantum sangat menentukan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
    7. Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
    8. Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
    9. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
    10. Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
    11. Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
    12. Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.

    Kelemahan:
    1.Membutuhkan pengalaman yang nyata
    2.Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar
    3.Kesulitan mengidentifikasi keterampilan siswa

    BalasHapus
  13. saya menanggapi pertanyaan kedua
    Kelebihan model pembelajaran :
    1. Dapat membimbing peserta didik kearah berfikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
    2. Karena Quantum Teaching lebih melibatkan siswa, maka saat proses pembelajaran perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru, sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
    3. Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
    4. Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
    5. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan dapat mencoba melakukannya sendiri.
    6. Karena model pembelajaran Quantum Teaching membutuhkan kreativitas dari seorang guru untuk merangsang keinginan bawaan siswa untuk belajar, maka secara tidak langsung guru terbiasa untuk berfikir kreatif setiap harinya.
    7. Pelajaran yang diberikan oleh guru mudah diterima atau dimengerti oleh siswa.
    Kekurangan Model Pembelajaran
    1. Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.
    2. Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
    3. Karena dalam metode ini ada perayaan untuk menghormati usaha seseorang siswa baik berupa tepuk tangan, jentikan jari, nyanyian dll. Maka dapat mengganggu kelas lain.
    4. Banyak memakan waktu dalam hal persiapan.
    5. Model ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang hal itu, proses pembelajaran tidak akan efektif.
    6. Agar belajar dengan model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik diperlukan ketelitian dan kesabaran. Namun kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu diabaikan. Sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  14. Assalamualaikum wr.wb menurut pendapat saya hambatan dalam menerapkan metode quantum adalah untuk memanfaatkannnya diluar ruangan perlu waktu yang banyak dan tidak efisien

    BalasHapus
  15. Kelebihan Quantum Teaching :

    1. Memberikan kebebasan belajar siswa

    2. Menjadikan siswa lebih aktif, berani mengungkapkan pendapat atau ide

    yang dapat dipertanggungjawabkan

    3. Pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan tinggi

    4. Quantum teaching membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. contextual teaching and learning menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasyikkan dan bermakna . (De porter B : 2003)

    Kekurangan Quantum Teaching :

    1. Quantum teaching menuntut sarana yang relatif mahal

    2. Quantum teaching memerlukan waktu yang lama

    BalasHapus
  16. menanggapi pertanyaan nomor 1. mungkin bukan hambatan tapi kesulitan pembelajaran dengan kuantum teaching adalah bagaimana mempersiapakan perangkat pembelajarannya, menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan pada langkah TANDUR membutuhkan lebih banyak waktu dari model pembelajaran lain dan juga pada proses pelakssanaannya guru dan siswa harus selalu memiliki semngat yang tinggi

    BalasHapus
  17. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 yaitu Apa saja hambatan dalam penggunaan model pembelajaran kuantum pada saat proses pembelajaran ? Hambatannya ketika media yang digunakan tidak mendukung seperti kita ketahui dalam model quantum learning ini menggunakan musik atau poster-poster. Sehingga bilamana media tersebut tidak tersedia tentu akan mengurangi keefektifan dari pembelajaran tersebut, misalkan saat baterai laptop/Handphone yang akan digunakan untuk memutar music clasic tersebut habis dan pada saat itu kondisi juga tidak mendukung seperti pemadaman listrik

    BalasHapus