EFEKTIVITAS
MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS
Pembelajaran kuantum dapat
dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang
bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau
siswa.
Quantum
learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat
mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu
proses yang menyenangkan dan bermanfaat.
Karakterisitik dari
pembelajaran kuantum (Bobbi DePorter & Mike Hernacki, 2011) yaitu sebagai berikut.
1.
Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi
kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep
kuantum dipakai.
2.
Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis,
bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
3.
Pembelajaran kuantum lebih bersifat
konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis, dan atau
maturasionistis.
4.
Pembelajaran kuantum berupaya memadukan
(mengintegrasikan), menyinergikan, dan mengkolaborasikan faktor potensi diri
manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai konteks
pembelajaran.
5.
Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada
interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekadar transaksi makna.
6.
Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada
pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
7.
Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan
dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang
dibuat-buat.
8.
Pembelajaran kuantum sangat menekankan
kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
9.
Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan
konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang
memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau
mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis.
10. Pembelajaran
kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis,
keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
11. Pembelajaran
kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
12. Pembelajaran
kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan
ketertiban.
13. Pembelajaran
kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.
Tujuan Pembelajaran
Kuantum
1.
Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
2.
Untuk
menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
3.
Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang
dibutuhkan oleh otak.
4.
Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan
karir.
5.
Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
Tujuan
di atas, mengindikasikan bahwa pembelajaran kuantum mengharapkan perubahan dari
berbagai bidang mulai dari lingkungan belajar yaitu kelas, materi pembelajaran
yang menyenangkan, menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan, serta
mengefisienkan waktu pembelajaran.
Pembelajaran
kuantum sangat memperhatikan pengkondisian suatu kelas sebagai lingkungan
belajar dari peserta didik mengingat model pembelajaran kuantum merupakan
adaptasi dari model pembelajaran yang diterapkan di luar negeri.
Sintaks atau langkah model pembelajaran kuantum :
1. Tumbuhkan
Tumbuhkan
minat dengan memuaskan “Apakah Manfaatnya BagiKu” (AMBAK), dan manfaatkan
kehidupan belajar.
2. Alami
Ciptakan
atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar.
3. Namai
Sediakan
kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah “masukan”.
4. Demonstrasikan
Sediakan
kesempatan bagi pelajar untuk “menunjukkan bahwa mereka tahu”.
5. Ulangi
Tunjukkan
pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan, “Aku tahu bahwa aku memang
tahu ini”.
6. Rayakan
Pengakuan
untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu
pengetahuan.
Asas Utama Metode Pembelajaran Quantum
Asas
utama pembelajaran quantum adalah membawa dunia siswa ke dalam dunia guru, dan
mengantarkan dunia guru ke dunia siswa. Subjek belajar adalah siswa. Guru hanya
sebagai fasilitator, sehingga guru harus memahami potensi siswa terlebih
dahulu. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam hal ini adalah mengaitkan
apa yang akan diajarkan dengan peristiwa- peristiwa, pikiran atau perasaan,
tindakan yang diperoleh siswa dalam kehidupan baik di rumah, di sekolah, maupun
di lingkungan masyarakat. Apabila seorang guru telah memahami dunia siswa, maka
siswa telah merasa diperlakukan sebagaimana mestinya, sehingga pembelajaran
akan menjadi harmonis.
Manfaat Metode Pembelajaran Qantum
Manfaat
Metode Pembelajaran Quantum adalah meningkatkan peran sebagai pelajar yang
memikul tanggung jawab pada diri sendiri sehingga dapat meningkatkan kualitas
hidup dengan belajar sedapat mungkin dari setiap situasi dan memanfatkannya
untuk diri sendiri dan orang-orang yang didekatnya.) Dengan belajar menggunakan
Quantum Learning akan didapatkan berbagai manfaat (De Porter dan Hernacki 2001),
yaitu :
1.
Bersikap positif.
2.
Meningkatkan motivasi
3.
Keterampilan belajar seumur hidup.
4.
Kepercayaan diri.
5.
Sukses atau hasil belajar yang meningkat.
Prinsip Dasar Metode Pembelajaran Quantum
1.
Bawalah dunia mereka (siswa) ke dalam dunia kita
(guru), dan antarkan dunia kita (guru ke dalam dunia mereka (siswa).
2.
Proses pembelajaran bagaikan orkestra simfoni,
yang secara spesifik dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.
Segalanya dari lingkungan. Hal ini mengandung arti
baik lingkungan kelas/sekolah sampai bahasa tubuh guru; dari lembar kerja atau
kertas kerja yang dibagikan anak sampa rencana pelakanaan pembelajaran,
semuanya mencerminkan pembelajaran.
b.
Segalanya bertujuan. Semua yang terjadi dalam proses
pembelajaran mempunyai tujuan semuanya.
c.
Pengalaman mendahului pemberian nama. Pembelajaran
yang baik adalah jika siswa telah memperoleh informasi terlebih dahulu apa yang
akan dipelajari sebelum memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. Ini diilhami
bahwa otak akan berkembang pesat jika adanya rangsangan yang kompleks
selanjunya akan menggerakkan rasa keingintahuan.
d.
Akuilah setiap usaha. Dalam proses pembelajaran
siswa seharusnya dihargai dan diakui setiap usahanya walaupun salah, karena belajar
diartikan sebagai usaha yang mengandung resiko untuk keluar dari kenyamanan
untuk membongkar pengetahuan sebelumnya.
e.
Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan.
Segala sesuatu yang telah dipelajari oleh siswa sudah pasti layak pula dirayakan
keberhasilannya.
3. Pembelajaran
harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan. Ada depalapan kunci keunggulan
dalam pembelajaran kuantum yaitu:
a. Terapkan hidup dalam
integritas
Dalam pembelajaran sebagai bersikap apa adanya,
tulus, dan menyeluruh, sehingga akan meningkatkan motivasi belajar.
b. Akuilah kegagalan dapat
membawa kesuksesan
Jika mengalami kegagalan janganlah membuat cemas
terus menerus tetapi memberikan informasi kepada kita untuk belajar lebih
lanjut.
c. Berbicaralah dengan niat
baik
Dalam pembelajaran hendaknya dikembangkan
keterampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi
yang jujur dan langsung. Dengan niat bicara yang baik akan mendorong rasa
percaya diri dan motivasi.
d. Tegaslah komitmen
Dalam pembelajaran baik guru maupun siswa harus
mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu.
e. Jadilah pemilik
Mengandung arti bahwa siswa dan guru memiliki rasa
tanggung jawab sehingga terjadi pembelajaran yang bermakna dan bermutu.
f. Tetaplah lentur
Seorang guru terutama harus pandai-pandai mengubah
lingkungan dan suasana bilamana diperlukan.
g. Pertahankan keseimbangan
Dalam pembelajaran, pertahankan jiwa, tubuh, emosi
dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil
pembelajaran efektif dan optimal.
Kerangka Perencanaan Metode Pembelajaran Quantum
1. Tumbuhkan
Konsep
tumbuhkan ini sebagai konsep operasional dari prinsip “bawalah dunia mereka ke
dunia kita”. Secara umum konsep tumbuhkan adalah sertakan diri mereka, pikat
mereka, puaskan keingintahuan, buatlah siswa tertarik atau penasaraan tentang
materi yang akan diajarkan.
2. Alami
Tahap
ini jika kita tulis pada rencana pelaksanaan pembelajaran terdapat pada
kegiatan inti. Konsep Alami mengandung pengertian bahwa dalam pembelajaran guru
harus memberi pengalaman dan manfaat terhadap pengetahuan yang dibangun siswa
sehingga menimbulkan hasrat alami otak untuk menjelajah.
3. Namai
Konsep
ini berada pada kegiatan inti, yang namai mengandung maksud bahwa penamaan
memuaskan hasrat alami otak (membuat siswa penasaran, penuh pertanyaan mengenai
pengalaman) untuk memberikan identitas, menguatkan dan mendefinisikan. Penamaan
dalam hal ini adalah mengajarkan konsep, melatih keterampilan berpikir dan
strategi belajar.
4. Demonstrasikan
Tahap
ini masih pada kegiatan ini. Inti pada tahap ini adalah memberi kesempatan
siswa untuk menunjukkan bahwa siswa tahu. Hal ini sekaligus memberi kesempatan
siswa untuk menunjukkan tingkat pemahaman terhadap materi yang dipelajari. Strategi
yang dapat digunakan adalah mempraktekkan, menyusun laporan, membuat presentasi
dengan powerpoint, menganalisis data, melakukan gerakan tangan, kaki, gerakan
tubuh bersama secara harmonis, dan lain-lain.
5. Ulangi
Tahap
ini jika kita tuangkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran terdapat pada
penutup. Tahap ini dilaksanakan untuk memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan
rasa “aku tahu bahwa aku tahu ini”. Kegiatan ini dilakukan secara
multimodalitas dan multikecerdasan. Strategi untuk mengimplementasikan yaitu
bias dengan membuat isian “aku tahu bahwa aku tahu ini” hal ini merupakan
kesempatan siswa untuk mengajarkan pengetahuan baru kepada orang lain (kelompok
lain), atau dapat melakukan pertanyaan-pertanyaan post tes.
6. Rayakan
Tahap
ini dituangkan pada penutup pembelajaran. Dengan maksud memberikan rasa rampung,
untuk menghormati usaha, ketekunan, dan kesusksesan yang akhirnya memberikan
rasa kepuasan dan kegembiraan. Dengan kondisi akhir siswa yang senang maka akan
menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar lehi lanjut. Strategi yang dapat
digunakan adalah dengan pujian bernyanyi bersama, pesta kelas, memberikan
reward berupa tepukan.
Model-Model Metode Pembelajaran Quantum
1. Peta konsep
Peta
konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep disini lebih menunjukkan
pada keuangan ide-ide pikiran sebagai catatan dalam grafis sebagai salah satu
teknik belajar efektif. Peta konsep berupa ide pemikiran yang di tuangkan dalam
bentuk gambaran atau grafik.
2. Teknik Memori
Teknik
memori adalah teknik memasukkan informasi ke dalam otak sesuai dengan cara
kerja otak (brain-based technique). Dalam teknik ini perlu meningkatkan
efektifitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi.
3. Melatih Imajinasi
Jika
kita dapat melatih imajinasi berarti otak kanan kita aktif dengan baik. Untuk
mencapai hasil maksimal kita perlu memberdayakan dan menyeimbangkan penggunaan
otak kiri dan kanan.
4. Teknik Rantai Kata
Teknik
ini menggunakan cara menyambung atau merantai kata menjadi cerita yang mudah
kita hafalkan.
Dari penjabaran artikel di atas,
penulis ingin mengajak para pembaca untuk berdiskusi mengenai :
1. Apa saja hambatan dalam penggunaan
model pembelajaran kuantum pada saat proses pembelajaran ?
2. apa saja kelebihan dan kekurangan
dari model pembelajaran kuantum ini ?